jump to navigation

Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan dan Tips Memasak Mie yang Benar 19 Juli 2012

Posted by Afrizal Sulaiman in Edukasi, Gaya Hidup.
Tags: , , , ,
trackback

Nih buat temen-temen yang suka makan mie instan, walaupun saya juga suka si.. hehehe😀
Banyak orang berfikir sebahaya apa si mi instan itu? toh.. makan setiap hari juga gapapa tuh.
Oke.. langsung dibaca aja nih biar tau😉

Bahaya Mie Instan bagi kesehatan, itulah topik yang serinMieg dibicarakan orang saat ini, karena banyak kasus yang menimpa kesehatan seseorang karena terlalu sering mengkonsumsi mie instan.
Kita ketahui memang banyak sekali anak kecil suka mie instan. Tapi maklum mereka kan…. belum mengetahui dari bahaya mie instan Dan bisa jadi mereka makan mie instan 2 kali dalam sehari atau bahkan selalu makan mie instan. Ini disebabkan karena rasa mie instan yang gurih dan enak karena memakai berbagai bumbu yang tak menurut kesehatan itu sangat berbahaya bagi kesehatan seperti:
• MSG, perasa buatan sehingga rasanya jadi seperti rasa ayam, sapi, bakso, dsb, pengawet buatan, dan sebagainya
• Pengawet makanan pada bumbu yang tidak diperbolehkan dalam kesehatan
Di situs news dari kompas.com diberitakan bahwa ada petugas Departemen Kesehatan dan Makanandi negara Taiwan melakukan razia mendadak ke beberapa toko dan menyita mie instan Indomie yang tentu kita tahu bahwa itu adalah buatan Indonesia. Mereka mengatakan bahwa mie instan tersebut mengandung 2 bahan yang dilarang di gunakan dalam produk makanan.
Inilah hasil tes yang telah dilakukan oleh Departemen Kesehatan Taiwan, Indomie mengandung 2 bahan tambahan pangan yang berbahaya yaitu pengawet yang tidak lolos dalam klasifikasi barang impor.
Barang ber- bahaya mie instan dalam pengawet tersebut adalah:

  1. Hydroxy Methyl benzoate pada minyak , ” Hydroxy methyl benzoate biasanya dipakai untuk bahan kosmetik” itulah pernyataan dari Kepala administrasi bagian medicine food Wang Shu FenTaiwan.
  2. Benzoic Acid pada bumbunya. enzoic acid dipakai untuk bahan pengawet makanan, tetapi dilarang dipakai di mi instan. Bahan pengawet ini jika dikonsumsi berkepanjangan akan merusak kinerja liver, sakit maag, muntah, dan keracunan asidosis metabolik.

Bahaya Mie instan Bahaya Mie instan Bahaya Mie instan
Demikianlah teman-teman, sebagian kecil dari bahaya mie instan , berikut salah satu akibatnya:

Di kisahkan dalam tabloid NOVA pada Jumat, 21 Agustus 2009 pukul 12:38 WIB, tentang bahaya mie instan yang telah benar-benar dirasakan oleh seorang ibu rumah tangga, Erna Sutika (32) yang ingin membantu suaminya Saripudin (39) dalam mencari rezeki dengan bekerja. Dan tentu saja meninggalkan buah hatinya Hilal Aljajira (6) di rumah sendirian.
berikut penuturan dari sang ibu, aku bekerja di perusahaan pembuat bulu mata palsu, tak jauh dari rumah kami di Garut. Setiap berangkat kerja, Hilal kutitipkan kepada ibuku. Di situ, ibuku kerap memberinya mi instan. Bukan salah ibuku, sih, karena sebelumnya, aku juga suka memberinya makanan itu jika sedang tidak masak.
Hilal jadi “tergila-gila” akan makanan itu. Ia akan selau mengamuk dan tidak mau makan jika tak diberi mi instan. Ya, daripada cucunya kelaparan, ibuku akhirnya hanya mengalah dan menuruti kemauan Hilal. Lagi pula, kalau tidak diberi, Hilal pasti akan membeli sendiri mi instan di warung dekat rumah dengan uang jajan yang kuberikan. Praktis, sehari dua kali ia makan mi instan.
Pada hari Kamis, tanggal 20 November 2008, Hilal mengeluh sakit perut. Kupikir sakit biasa. Anehnya, setelah tiga hari, sakitnya tak kunjung hilang dan ditambah ia tidak bisa buang air besar. Gara-gara itulah perutnya membesar.
Khawatir, kubawa Hilal ke mantri dekat rumah. Karena tetap tidak ada perubahan, kami kemudian membawanya ke RSU Dr Slamet, Garut. Ternyata hasil pemeriksaan dokter lebih menyeramkan dari yang kuduga. Kupikir, cukup dengan obat pencahar perut, sakit Hilal bisa segera sembuh. Rupanya tak segampang itu.
Hasil tes darah dan rontgen memperlihatkan, Hilal harus segera dioperasi karena beberapa bagian di ususnya bocor dan membusuk. Ketika kutanyakan apa penyebabnya, dokter menjawab, akibat dari kandungan makanan yang Hilal konsumsi selama ini tidak sehat dan membuat ususnya rusak. Saat itulah kutahu Hilal terlalu sering menyantap mi instan. Astagfirullah….
Atas rujukan dokter, kami kemudian membawa Hilal ke RS Hasan Sadikin, Bandung, dengan alasan peralatan medis di RS itu lebih lengkap. Sejak awal, tim dokter sudah pesimistis dengan kondisi Hilal yang begitu memprihatinkan dengan berat badan yang tidak sampai 11 kg. Dokter juga bilang, dari puluhan kasus serupa, hanya tiga orang yang bertahan hidup. Aku hanya bisa berserah pada Allah SWT.
Baru pada 25 November 2008 operasi dilakukan di RS Immanuel, Bandung. Saat itu aku sedang hamil tiga bulan. Dokter mengamputasi usus Hilal sekitar 10 cm. Untuk menyatukan bagian usus yang terputus itu, dokter menyambungnya dengan usus sintetis. Selain itu, dokter juga membuat lubang anus sementara (kolostomi) di dinding perut sebelah kanan.
Nah, dari kisah di atas tentang bahaya mie instan , teman-teman harus bisa mengambil kesimpulan bahwa kita harus melindungi diri kita dan keluarga kita dari bahaya mie instan tersebut. saya juga punya tips untuk memasak mie instan yang baik dan benar.

Catatan :
Mie Instan | Tips Memasaknya Yang Benar…

Sebenarnya kita boleh memakan mi instan. Tapi menurut ahli kesehatan jika kita hari ini kita makan mi instan satu bungkus maka diusahakan agar jika ingin makan mie instan kembali menunggu 3 hari selanjutnya, karena tubuh kita memerlukan 2 hari untuk membersihkan racun yang berupa lilin tersebut.
Namun saya juga punya tips agar kita aman dari bahaya racun yang terdapat dalam mie instan tersebut, yaitu dengan cara:

~ Masaklah air sampai mendidih kemudian masukkan mi instan kedalam air mendidih tadi
~ setelah dirasa cukup memasaknya dan terasa tidak keras lagi, kemudian tiriskan mie
~ langkah tersebut agar lilin yang terkandung dalam mi instan tersebut larut dalam air tadi.

jika Teman-teman ingin mie kuah maka tinggal kita memasak air sampai mendidih dan masukkan mie yang sudah ditiriskan tadi kedalam air mendidih tersebut, setelah itu silahkan ditaburi dengan bumbunya.

Sumber : Tabloid NOVA

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: